Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) menekankan aspek pemanfaatan hasil litbangyasa dalam rangka mendukung perwujudan sistem inovasi daerah (SIDa), sistem inovasi nasional (SINas), pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)... Baca Selengkapnya>>
AGROEKOLOGI WILAYAH PENGEMBANGAN VARIETAS TEBU DI LAHAN KERING SULAWESI SELATAN MENDUKUNG PERCEPATAN PENCAPAIAN SWASEMBADA GULA
X.46

Pemerintah Indonesia dalam Road Map swasembada gula mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun swasembada gula total.  Pada tahun tersebut produksi gula dalam negeri sudah dapat memenuhi konsumsi gula dalam negeri, baik untuk konsumsi langsung rumah tangga, industri maupun menutup neraca perdagangan gula nasional atau disebut swasembada gula nasional. Untuk mencapai target swasembada gula nasional pada tahun 2014, diperlukan upaya peningkatan produksi gula antara lain melalui peningkatan produktivitas.  Peningkatan produktivitas gula dapat dicapai dengan mengganti varietas-varietas lama yang telah mengalami degradasi keunggulan genetik dengan varietas baru. Untuk mewujudkan swasembada gula diperlukan strategi pencapaiannya yaitu terdapat dua pilihan yang dapat dipertimbangkan, pertama meningkatkan serta mengoptimalkan kapasitas Pabrik Gula (PG) yang ada (existing industry) dan kedua membangun PG baru di luar existing industry yang berarti perluasan areal pertanaman tebu.  Pembangunan PG di luar existing industry  merupakan satu-satunya solusi jangka panjang  dalam peningkatan produksi gula guna mengimbangi kebutuhan gula nasional yang semakin meningkat.

                Pulau Jawa yang selama ini dianggap sebagai habitus utama untuk tanaman tebu, dengan keberadaan sekitar 47 pabrik gulanya dianggap optimum mengusahakan industri gula.  Oleh karena itu, pengembangan industri gula baru lebih disarankan untuk ekspansi di luar Jawa. Beberapa wilayah di luar pulau Jawa yang cukup potensial untuk pengembangan industri gula, salah satu diantaranya adalah propinsi Sulawesi Selatan.  

                Program penataan varietas tebu memerlukan komposisi tipe kemasakan yang seimbang,  agar rendemen pada awal hingga akhir giling selalu pada puncaknya.  Terbatasnya kategori varietas masak awal yang tersedia di masyarakat petani dan pekebun tebu menjadi penghambat pengaturan komposisi tebu yang ditanam.  Varietas tebu PS 881 merupakan varietas unggul masak awal yang menunjukkan produktivitas tinggi. 

                Dengan didapatkan peta sebaran varietas tebu yang sesuai dengan tipologi lahan dan sifat kemasakan varietas tebu (masak awal, masak tengah dan masak lambat) di wilayah pengembangan tebu lahan kering, dapat digunakan sebagai dasar untuk penataan varietas tebu yang akan ditanam sehingga akan diperoleh jaminan rendemen tinggi dari awal hingga akhir giling.

: Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan
  • 1. Industri Daerah
  • 2. Lembaga Litbang daerah
  • 1. Jurnal Ilmiah
Presentasi Evaluasi X.46
  • Ir., Fitriyaningdyah, MS.
    Jabatan: Peneliti Utama
    NIP: 19590424 198403 2 001
    Peneliti Utama
    Telp: 081 252 160 45
    Email: fitriningdyah@gmail.com
  • Dr. Ir., Djumali, MP.
    Jabatan: Peneliti Madya
    NIP: 19621126 198703 1 001
    Peneliti Anggota
    Telp: 08123362881
    Email: djumali_62@yahoo.com
  • Ir., Prima DR., Mphill., MPhil.
    Jabatan: Peneliti Madya
    NIP: 19630816 198903 2 001
    Peneliti Anggota
    Telp: 08123239617
    Email: primariajaya@yahoo.com
  • Ir., Mastur , MSi. Ph.D
    Jabatan: Peneliti Madya
    NIP: 19631206 198903 1 001
    Peneliti Anggota
    Telp: 081555645660
    Email: mastur002@yahoo.com
powered by Disqus