Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) menekankan aspek pemanfaatan hasil litbangyasa dalam rangka mendukung perwujudan sistem inovasi daerah (SIDa), sistem inovasi nasional (SINas), pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)... Baca Selengkapnya>>
OPTIMALISASI LAHAN SELA PADA PERKEBUNAN SAWIT MELALUI OLAH TANAH MINIMUM, BAHAN ORGANIK DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HAYATI UNTUK TANAMAN PADI GOGO
X.153

Perluasan areal perkebunan sawit akan terus  berkembang seiring pemenuhan kebutuhan  energy yang bisa diperbaharukan. Areal lahan Pengembangan  perkebunan sawit umumnya dilakukan  pada lahan-lahan sub-optimal lahan kering masam,pH rendah dengan kandungan hara P tersedia rendah, bahan organik rendah, KTK rendah dan tidak beririgasi, pengairan mengandalkan dari curah hujan. Areal lahan perkebunan sawit muda sebagian besar terbuka dan tidak termanfaatkan menyebabkan  rawan erosi, sumber sarang hama dan penyakit tanaman. Di fihak lain pengolahan tanah intensif selain rawan erosi, akan merusak akar tanaman pokok. Pemberian bahan organic yang dikombinasikan dengan sumber daya hayati tanah seperti cacing tanah dan mikroba tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga kelestarian tanah karena cacing tanah dapat mengolah tanah secara alami dan mengaduk (mendistribusikan) bahan organic dari lapisan atas kelapisan bawah dan membuat lubang-lubang dalam tanah  sehingga dapat mengurangi aliran air permukaan dan  menurunkan erosi, sementara mikroba pelarut P dan mikroba pelarut K dapat meningkatkan ketersediaan P dan K tanah dan mikroba penambat N dapat menambat N dari udara.  Pemanfaatan lahan terbuka yang berada diantara tanaman pokok dengan menanam padi gogo akan meningkatkan nilai tambah (produktifitas) lahan, sementara sebelum tanaman pokok menghasilkan, sekali-gus mendukung program capaian 10 juta ton beras. Penelitian dilakukan di lahan areal perkebunan sawit berumur muda (4 tahun kebawah) di Provinsi Bengkulu  dengan rancangan Petak Terpisah dengan faktor utama 3 varietas padi gogo dan faktor II kombinasi cara pengolahan tanah dengan penggunaan cacing tanah dan pupuk hayati. Pemberian bahan organik berasal dari cover crop dan alley crop dilakukan sama kepada semua perlakuan. Tujuan penelitian adalah   Meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman padi gogo dalam  menunjang program pemerintah dalam upaya capaian 10 juta ton beras pada  tahun 2014 dan mendapatkan teknologi pengolahan lahan melalui olah tanah minimum, pemanfaatan bahan organik dan sumberdaya hayati tanah.

: Bengkulu
    -
  • 1. Jurnal Ilmiah
  • Drs., Drs. Ea Kosman, -
    Jabatan: Peneliti Utama
    NIP: 080020328
    Peneliti Utama
    Telp: 02518340652
    Email: eakaanwar@yahoo.com
  • Dr. Umi Haryati (Peneliti Madya)
    Jabatan: -
    NIP: -
    Peneliti Anggota
    Telp: -
    Email:
  • Dr. Irawan (Peneliti Madya)
    Jabatan: -
    NIP: -
    Peneliti Anggota
    Telp: -
    Email:
  • Dr. Wiwik Hartatik (Peneliti Madya)
    Jabatan: -
    NIP: -
    Peneliti Anggota
    Telp: -
    Email:
  • Ir. Ishak Juarsah
    Jabatan: -
    NIP: -
    Peneliti Anggota
    Telp: -
    Email:
powered by Disqus